Awal bulan ini, kami mengetahui bahwa TikTok Shop kini sudah sebesar eBay, dan bahwa di AS, penjualan TikTok Shop naik 120% sejak paruh pertama 2025.
TikTok Shop hanyalah salah satu komponen dari ekosistem belanja di platform tersebut; #TikTokMadeMeBuyIt tetap menjadi tagar yang banyak digunakan lintas platform sosial. Dapat dikatakan bahwa TikTok berada di balik banyak tren belanja global terbesar pada musim liburan ini.
Salah satu dampak nyata dari hidup yang digerakkan algoritme adalah bahwa, akibat FYP (For You Page), momen budaya bersama kian berkurang.
Dulu selalu ada hadiah 'wajib punya' yang hampir semua orang kenal. Kini, produk viral bisa meraih puluhan juta tayangan, tetapi sebagian besar orang tetap belum pernah mendengarnya. Fragmentasi tren belanja dan cepatnya pergeseran membuat hampir mustahil untuk menyatakan, secara keseluruhan, produk mana yang benar-benar melonjak tajam tahun ini.
Sebaliknya, kami menganalisis tiga kategori dan komunitas tertentu untuk memahami produk yang saat ini menjadi sorotan di musim liburan akhir tahun.
#Fashion: Quarter Zip
Quarter zip yang terkesan sederhana sedang menjadi sorotan. Popularitasnya begitu besar hingga menjadi tren tersendiri.
Berikut pertumbuhan global di TikTok untuk #quarterzip selama tiga bulan terakhir. Tren ini muncul tiba-tiba pada pekan kedua November dan dengan cepat mulai mendominasi kategori tersebut. Dalam dua bulan terakhir saja, telah meraih 963 juta tayangan dan hampir 45 ribu video.

Dalam sepekan terakhir, momentum sedikit melambat dan puncak yang dipicu oleh meme sudah berlalu, tetapi itu bukan masalah karena tetap menghasilkan penjualan.
Grafik berikut menunjukkan data pencarian Google untuk istilah ‘quarter zip’. Biasanya terjadi kenaikan pada musim dingin, tetapi puncaknya tidak pernah mendekati level yang terlihat bulan ini.

Ini contoh yang sangat tepat tentang bagaimana tren yang bergerak cepat dapat memicu lonjakan besar dalam minat penelusuran, dan pada akhirnya penjualan.
#Booktok: Brimstone karya Callie Hart
Berikutnya, kita fokus pada fenomena budaya raksasa bernama BookTok. Bukan rahasia lagi bahwa BookTok mendorong genre Romantasy menjadi sorotan utama di display toko buku di berbagai negara; lalu, buku-buku spesifik mana yang trennya meningkat pada musim liburan akhir tahun ini?
Jawaban yang paling jelas—serta favorit romantasy bertema enemies-to-lovers tahun ini—adalah sekuel karya Callie Hart dari buku terlarisnya, “QuickSilver”, Brimstone.
Seperti terlihat pada grafik di bawah, sejak peluncuran buku pada 18 November, telah terkumpul 18 ribu video dan hampir 40 juta tayangan. Dalam dua minggu terakhir, 3% dari seluruh postingan yang menyebut #booktok juga menyebut #brimstone.


Ini juga terkonversi menjadi penjualan, terbukti dari puncak volume pencarian di Google dan fakta bahwa buku tersebut saat ini menduduki peringkat pertama di daftar terlaris Amazon.
Anda bisa berargumen bahwa popularitas ini terjadi karena buku tersebut merupakan bagian kedua dari sebuah seri, tetapi bagian pertamanya pun lebih dulu mendapat sorotan negatif karena TikTok juga!
#FragranceTikTok: Parfum Rambut
FragranceTok atau Perfumetok adalah turunan dari BeautyTok, namun menjadi salah satu subkategori dengan pertumbuhan tercepat secara global. Anda kemungkinan besar sudah mendengar—dan melihat langsung di gerai Sephora—obsesi Gen Z terhadap wewangian gourmand. Kini, mereka membawanya ke level berikutnya melalui parfum rambut (hair perfume).
#hairperfume telah meraih lebih dari 126 juta tayangan dalam dua bulan terakhir, dan porsi besar pertumbuhan ini didorong oleh satu brand saja.
Kitsch sedang mendominasi kategori parfum rambut di TikTok saat ini. Dalam dua minggu terakhir, 15% dari seluruh unggahan yang menyebut #hairperfume juga menyebut #kitschhairperfume. Angka setinggi ini nyaris belum pernah terjadi bagi sebuah brand!

Kitsch telah lama menjadi pilihan perawatan rambut bagi milenial muda dan Gen Z, namun sejak meluncurkan rangkaian parfum rambut beraroma gourmand, popularitas merek ini meroket.
Meskipun saat ini membeli Kitsch lebih mudah langsung dari brand di TikTok—mereka aktif memanfaatkan sesi TikTok Live Shopping—kami juga melihat kenaikan 25% YoY pada volume pencarian di Google untuk parfum rambut Kitsch.

Bagaimana Anda dapat memanfaatkan data ini?
TikTok menuntut Anda untuk semakin spesifik: fokus pada niche, audiens, dan minat mereka. Tidak ada lagi satu tren besar yang sama untuk semua; kini ada ribuan tren besar setiap minggu—bergantung pada apa yang Anda minati.
Adopsi platform social listening yang andal dan mulai memantau kategori yang paling relevan bagi brand Anda; manfaatkan data irisan tagar untuk memperluas jangkauan pencarian.
Selamat berburu tren!
Artikel tamu ini disusun oleh Kim Townend, seorang social strategist peraih penghargaan dan konsultan social listening dengan pengalaman 20 tahun di bidang media sosial. Ia telah bekerja dengan brand, lembaga penyiaran, dan pemerintah di seluruh dunia, serta ahli dalam mengubah data menjadi insight dan insight menjadi strategi. Kunjungi situsnya: https://kimtownend.com/ atau halaman LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/kimtownend/


